Author Avatar

gearoidocolmain

0

Share post:

Pembatasan mobilitas dengan aturan ganjil genap kembali berlaku di Jakarta pada 12 Agustus 2021. Hal ini jadi kali pertama ganjil genap kembali aktif sejak absen pada September 2020.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penerapan ganjil genap akan berjalan mengikuti masa perpanjangan PPKM, yakni 17 hingga 23 Agustus 2021.

“Tetap berlanjut untuk ganjil genap, belum ada perubahan karena PPKM juga dilanjutkan sampai 23 Agustus. Kita mengikuti, sehingga mobil pribadi masih tetap dibatasi,” ujar Syafrin

Jalur ganjil genap PPKM di Jakarta mengalam perubahan. Mulai hari ini, ganjil genap hanya berlaku di 3 ruas jalan di Jakarta. Tiga ruas jalan tersebut yakni:

  • Jl Sudirman,
  • Jl MH Thamrin,
  • Jl HR Rasuna Said

Aturan ganjil genap terbaru ini berlaku pada 26 – 30 Agustus. Aturan akan dievaluasi sesuai dengan kenijakan terbaru pemerintah nantinya.

“Untuk satu minggu ke depan mulai tanggal 26-30 Agustus kita akan berlakukan (ganjil-genap) jadi 3 kawasan, yaitu di Jl Sudirman, Jl MH Thamrin, dan satu kawasan baru, yakni Jl HR Rasuna Said, mulai dari simpang Mampang Gatot Subroto sampai simpang Imam Bonjol,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa 24 Agustus 2021.

Polisi memberlakukan ganjil genap di 3 titik tersebut karena Kawasan tersebut merupakan Kawasan perkantoran.

“Tiga kawasan ini adalah 3 kawasan utama perkantoran di Jakarta, di mana pada masa PPKM level 3 itu juga masih diberlakukan ketentuan esensial dan krtikal WFH-WFO ada yang 50% dan sebagainya,” tuturnya.

Jalur ganjil genap akan berlaku pukul 06.00 – 22.00 WIB. Sambodo menjelaskan, taka da perubahan terkait mekanisme penindakan ganjil genap ini.

Kendaraan yang melintasi lokasi ganjil genap dan tidak sesuai dengan tanggal akan diputar balik, walau begitu, polisi menyebut akan Kembali mengkaji penerapan sanksi bagi pelanggar ganjil genap pekan depan. Ada dua opsi sanksi yang akan dikaji para pihak, yaitu denda tilang atau diputar balik.

“Untuk denda tilang kita akan kaji bersama, apakah minggu depan sudah bisa dilaksanakan dua-duanya kita putar balik, tapi di mulut-mulut jalan,” kata Sambodo.

“Tetapi kalau kita temukan sudah di tengah kawasan, mungkin dia menerobos dan sebagainya, bisa saja kita lakukan penindakan dengan tilang,” lanjutnya.

Untuk diketahui, aturan ganjil genap berlaku mulai pukul 06.00 – 20.00 WIB. Penerapan ini dilakukan untuk membatasi mobilitas masyarakat, sekaligus mengganti pola penyekatan.

Walau berjalan tanpa sanksi tilang dari kepolisian, namun Syafrin mengklaim dari hasil evaluasi sampai 16 Agustus, aturan ganjil genap cukup memberikan efek positif menekan aktivitas lalu lintas.

“Dari minggu pertama ganjil genap dilakukan, hasilnya cukup positif. Artinya mobilitas masyarakat, khususnya mobil pribadi bisa terkendali,” ucap Syafrin.

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, ke depannya bukan tak mungkin ruas jalan yang mendapat kebijakan ganjil genap dikurangi jumlahnya.

Namun, pengurangan ini bisa terjadi jika pemerintah memutuskan untuk menurunkan level PPKM Darurat di Ibu Kota Negara.

“Kalau ternyata PPKM levelnya turun atau kemudian ada yang lain, bisa saja nanti ganjil-genap dari 8 ruas jalan, nanti dikurangi,” ujar Sambodo, dikutip dari NTMC Polri 23 Agustus 2021.

Aturan Menteri Saat Ini Harus Sesuai Arahan Jokowi
Bahaya Konsumsi Sabu Suntik Yang Dikonsumsi Coki Pardede