Author Avatar

gearoidocolmain

0

Share post:

Pemberlakukan Pebatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Depok masih ditemukan sejumlah pelanggaran. Salah satunya dilakukan pedagang di Pasar Segar Cinere. Petugas kepolisian masih menemukan pedagang pakaian dan makanan yang berkerumun dan melayani makan di tempat.

Kapolsek Cinere, Kompol Tata Irawan mengatakan, Polsek Cinere telah memberikan peneguran kepada pedagang yang masih membandel dan etap nekat berjualan di Pasar Segar Cinere.

Menurutnya, selama pelaksanaan PPKM darurat terdapat sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan masyarakat dalam beraktifitas.

“Iya kami masih menemukan beberapa pedagang yang masih berjualan dan berkerumun,” ujar Tata, Kamis 8 Juli 2021.

Tata menjelaskan, peneguran diberikan kepada pedagang yang menjual makanan dan masih melakukan pelayanan makan di tempat. Seharusnya pedagang makanan hanya dapat memberikan layanan dengan cara take away atau di bawa pulang dan tidak boleh melayani pembeli yang makan di tempat.

“Kami sudah tegur pedagang yang menjual makanan dan melayani makan di tempat,” jelasnya. Selain itu, Tata menemukan sejumlah pembeli dan pedagang yang masih berkerumun dan berpotensi dapat menularkan COVID-19 di Pasar Segar Cinere.

Untuk itu, Polsek Cinere secara tegas memberikan teguran kepada pedagang yang masih tidak mengindahkan aturan PPKM darurat di Pasar Segar.

“Sudah kami ingatkan kepada pedagang untuk tidak berkerumun apabila masih membandel kami akan berikan tindakan tegas,” ucap Tata.

Tata meminta, pengelola Pasar Segar Cinere untuk serius membantu pemerintah untuk ikut memerangi peyebaran COVID-19 dengan mensosialisasikan pemahaman kebijakan PPKM darurat.

Menurutnya, Polsek Cinere tidak menghalangi warga yang ingin berjualan, namun pedagang diharapkan dapat bekerjasama dengan mematahui peraturan PPKM darurat.

“Kami tidak melarang pedagang berjualan makanan, tapi kami minta tolong untuk tidak melayani makan di tempat. Jadi tolong pahami aturan dan kebijakan PPKM darurat untuk kesehatan kita bersama,” tegas Tata.

Tata menambahkan, selain melakukan pelaksanaan penertiban terhadap pelanggar PPKM darurat, Polsek Cinere ikut membantu warga untuk meningkatkan imun kekebalan tubuh dengan cara vaksinasi.

Hingga kini, Polsek Cinere sudah melakukan vaksinasi terhadap 2.000 ribu warga baik di wilayah Kecamatan Limo dan Cinere.

Selain itu, Polsek Cinere melakukan vaksinasi Presisi yang dipusatkan di GOR Serbaguna Kelurahan Limo sebanyak 200 orang sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

“Hari ini vaksinasi Presisi sebanyak 200 orang dan total warga yang sudah di vaksinasi Polsek Cinere mencapai 2.000 orang,” pungkas Tata.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat, termasuk perusahaan, para pekerja, dan juga para pemain setia judi online di situs poker online terpercaya untuk patuh terhadap aturan PPKM Darurat yang telah diterapkan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

“Tentunya kegiatan tersebut esensinya adalah mencegah interaksi masyarakat dengan menjaga mobilitas,” tutur Listyo dalam keterangannya, Kamis 8 Juli 2021.

Listyo menegaskan, aturan dalam PPKM Darurat telah menjelaskan pembagian sektor kritikal dan esensial yang diperbolehkan tetap beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Di luar itu maka seluruhnya wajib bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH).

“Semoga pembagian ini dipahami masyarakat, mana yang termasuk sektor esensial dan kritikal,” katanya.

Listyo lalu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta bekerjasama dengan TNI-Polri dalam upaya percepatan vaksinasi nasional. Dengan begitu, kekebalan kelompok atau herd immunity dapat segera terwujud di Indonesia.

“Semoga akhir Juli atau Agustus vaksinasi kita bisa tembus dari 1 juta jadi 2 juta dosis per hari dan akan bertambah terus selanjutnya,” Listyo menandaskan.

Listyo sendiri meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPB Ganip Warsito. Giat tersebut bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat.

Imunisasi tersebut diselenggarakan mulai tanggal 8 Juli sampai dengan 9 Juli 2021 dengan total target vaksinasi sebanyak 4.500 orang dari masyarakat umum yang sudah menerima dosis pertama.

Stok vaksin yang dipersiapkan ada sebanyak 4.500 dosis jenis Sinovac milik Pemprov Jawa Barat. Adapun petugas vaksinator yang dilibatkan sebanyak 235 orang.

PKS Sindir Pemerintah Karen pernah Beri Oksigen Ke India
PKB Minta Pemerintah Transparan Dengan Kebijakkan PPKM