Author Avatar

gearoidocolmain

0

Share post:

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atau PN Jaksel Anry Widyo Laksono akan memanggil tersangka dari dugaan kasus penodaan agama, Yahya Waloni pada sidang praperadilan yang diagendakan minggu depan.

Pemanggilan Yahya dilakukan untuk mengklarifikasi perihal pencabutan kuasa hukum yang dikirimkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya berinisiatif untuk memanggil, pokoknya saya besok akan memanggil si pihak termohon, juga terhadap si Waloni. Supaya meng-clear-kan ini lho (menunjuk pencabutan surat kuasa) benar atau tidak,” kata hakim Anry di ruang sidang PN Jaksel, Senin 20 September 2021.

Hakim Anry menerangkan klarifikasi oleh Yahya Waloni sangat penting dalam persidangan slot online terpercaya ini. Mengingat, kata Anry jika Yahya Waloni sudah mencabut permohonan praperadilan, itu berarti persidangan ini tak perlu digelar kembali.

“Ini masih sidang di awal sebenarnya. Saya tuh mencocokkan apakah betul ini praperadilan sudah dicabut. Kan sebetulnya tidak perlu lagi disidangkan,” jelasnya.

Untuk itu, hakim tunggal Anry akan mengagendakan persidangan praperadilan ini kembali pada pekan depan. Pihaknya tak hanya akan memanggil Yahya Waloni, tetapi juga dari pihak termohon yang dalam hal ini adalah Bareskrim Polri.

“Tolong untuk persidangan, kita tidak usah berpanjang-panjang lagi. Nanti untuk persidangan berikutnya kita tunda satu minggu. Panggil termohon, juga dipanggil si Waloni, begitu ya,” jelas hakim Anry.

Sidang ini akan dilanjutkan pada Senin 27 September, sidang diagendakan dimulai pada pukul 12.00 WIB. Diketahui, PN Jaksel menerima surat yang mengatasnamakan Yahya Waloni yang berisi pencabutan surat kuasa dari pengacara Ikatan Advokat Muslim Indonesia, Abdullah Al Katiri. Hakim Anry membacakan surat Yahya itu di persidangan.

“Bahwa saya tidak pernah meminta mantan kuasa hukum saya Bapak Drs Abdullah Al Katiri dkk advokat dari Ikatan Advokat Muslim Indonesia (Ikami) beralamat kantor di Menara Dakwah Islam Indonesia lantai 2 Jalan Kramat Raya, Nomor 45 Jakarta Pusat, untuk mengajukan permohonan praperadilan karena saya akan fokus pada pemeriksaan pokok perkara,” kata Yahya.

Masih dalam surat Yahya yang dibacakan hakim, Yahya mengatakan Al Katiri tidak lagi menjadi kuasa hukumnya sejak 6 September lalu. Pengajuan praperadilan itu pun, disebut Yahya, juga dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya.

“Bahwa permohonan praperadilan didaftarkan oleh mantan kuasa hukum saya pada tanggal 7 September 2021, sedangkan saya sudah mencabut kuasa dari mantan kuasa hukum saya sejak tanggal 6 September 2021 (surat pencabutan kuasa terlampir),” kata Yahya.

“Adapun permohonan praperadilan yang telah didaftarkan oleh mantan kuasa hukum saya pada tanggal 7 September 2021, saya tidak pernah diberitahu oleh mantan kuasa hukum saya tersebut saya baru mengetahui pada tanggal 8 September 2021 dari keluarga saya,” imbuhnya.

Masih merujuk pada surat judi slot online terbaru yang dibacakan hakim, Yahya mengaku sangat keberatan atas adanya permohonan praperadilan yang diajukan oleh Abdullah Al Katiri. Kata Yahya, Al Katiri kini bukan lagi kuasa hukumnya.

“Saya merasa sangat keberatan dengan adanya permohonan praperadilan yang diajukan mantan kuasa hukum saya, mengatasnamakan saya. Terlebih lagi, antara permohonan praperadilan dilakukan sehari setelah saya melakukan pencabutan kuasa hukum,” tambahnya.

Pria Aceh Ditangkap Karena Bawa 4 KG Sabu, Dibayar?
Petugas Lapas Tangerang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran, Loh?